Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Adat Kaluppini, Kabupaten Enrekang, pada tanggal 2–3 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Manifestasi Trilogi Kerukunan dalam Sistem Ruang dan Relasi Sosial Masyarakat Adat Kaluppini”.
Kegiatan ini melibatkan dosen serta mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan memahami bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat Kaluppini tercermin dalam sistem ruang dan kehidupan sosial mereka.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan keberangkatan dari Makassar menuju Enrekang pada Kamis (2/4). Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi awal dengan tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap struktur sosial dan adat setempat.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi terkait pola permukiman dan elemen arsitektur tradisional. Selain itu, interaksi sosial juga terbangun melalui kegiatan makan bersama masyarakat, yang menjadi bagian penting dalam memahami relasi sosial dan nilai kebersamaan yang hidup dalam komunitas tersebut.
Kegiatan dilanjutkan pada malam hari berikutnya dengan diskusi reflektif antara tim pengabdian dan masyarakat. Dalam sesi ini, dilakukan pertukaran pandangan serta penyampaian temuan awal terkait keterkaitan antara sistem ruang dan konsep trilogi kerukunan yang dianut oleh masyarakat adat Kaluppini.
Melalui kegiatan ini, ditemukan bahwa nilai trilogi kerukunan yang mencakup hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam tidak hanya menjadi konsep abstrak, tetapi benar-benar terwujud dalam tata ruang, pola permukiman, serta praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian arsitektur vernakular serta menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam memahami hubungan antara ruang, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, yang menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam memahami dan mendukung pelestarian kearifan lokal.